Rumput Rakyat Lebih Hijau

TAHUN 2018 ini sangat beralasan untuk dimasuki dan ditempuh dengan optimisme yang berlipat-lipat. Kenapa? Antara lain karena pada 2017 yang baru kita lalui Indonesia dan India menduduki peringkat paling tinggi sebagai negara dengan pemerintah yang paling dipercaya rakyatnya.

Jangan salah sangka, itu bukan pendapat saya, itu hasil survei dua lembaga internasional. Survei yang pertama dilansir OECD (Organization for Economic Cooperation and Development). Indonesia menempati rangking pertama dan India nomor 2. Sebanyak 80% rakyat.

Indonesia yang disurvei mengatakan percaya pemerintah, sama dengan Swedia, persentase tertinggi jika dibandingkan dengan negara lain yang disurvei. Peringkat kedua diduduki India (73%). Yang terburuk ialah Yunani, hanya 13% rakyat percaya kepada pemerintah mereka.

Survei OECD itu menggunakan Gallup World Poll yang merupakan metode yang paling luas dipercaya untuk mengukur kepercayaan rakyat kepada pemerintah. OECD merupakan organisasi internasional dengan anggota 35 negara yang menerima prinsip demokrasi perwakilan dan ekonomi pasar bebas.

Organisasi itu juga menjalin hubungan strategis dengan sejumlah negara bukan anggota, antara lain Indonesia dan India. Kepercayaan rakyat Indonesia kepada pemerintah pada 2017 itu meningkat 28% jika dibandingkan dengan hasil survei 2016, kenaikan tertinggi di antara negara yang disurvei.

India, sekalipun selalu berada di level tinggi, megnalami penurunan kepercayaan rakyat dari 82% pada 2007 menjadi 73% pada 2017. Sebagai perbandingan ialah survei yang dilakukan Edelman Trust Barometer atas 28 negara mengenai pokok soal yang sama. Indonesia berada di peringkat kedua (71%), sedangkan India tertinggi (75%).

Kepercayaan rakyat Indonesia kepada pemerintah itu naik 13% jika dibandingkan dengan di 2016, juga kenaikan tertinggi jika dibandingkan dengan negara lain. India naik 10%. Edelman mengukur kepercayaan rakyat suatu negara terhadap empat institusi kunci, yakni bisnis, pemerintah, LSM, serta media.

Secara umum tingkat kepercayaan disimpulkan menurun. Brexit dan kepemimpinan Presiden AS Donald Trump kiranya dua contoh penyebab merosotnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah masing-masing. Menurut OECD, kepercayaan rakyat kepada pemerintah berkorelasi kuat dengan tingginya pengakuan rakyat atas integritas moral pemimpin.

Tindakan para pemimpin dan opini publik mengenai mereka berdampak pada persepsi kepublikan atas lembaga yang mereka pimpin. PM India Narendra Modi dan Presiden Jokowi merupakan dua pemimpin dari tiga negara demokrasi terbesar di dunia yang kepemimpinannya membuat rakyat percaya kepada pemerintah.

Satu lagi negara demokratis terbesar, yakni AS, dipimpin presiden yang belum setahun berkuasa telah menggerus kepercayaan warganya, bahkan warga internasional. Tingginya kepercayaan rakyat kepada pemerintah di bawah Presiden Jokowi merupakan modal besar negara ini menempuh tahun-tahun politik 2018 dan 2019.

Stabilitas yang dinamis di alam demokrasi kiranya hanya dapat dijaga, dikawal, dan dipelihara pemimpin yang kuat dan dipercaya rakyat. Berbagai survei yang kredibel di dalam negeri menunjukkan kepuasan rakyat yang cukup bermakna terhadap kinerja pemerintahan Jokowi.

Tidak ada keputusan yang lamban atau terlambat diambil Presiden. Tak hanya itu. Jokowi tidak pula tergiur untuk mengintervensi sekalipun didorong-dorong untuk melakukannya, misalnya terhadap Pansus KPK yang merupakan ranah DPR. Presiden juga berkomitmen mewujudkan pemerataan yang antara lain dibuktikan dengan pembangunan infrastruktur di Papua.

Sejarah baru pun tercipta, harga BBM di sana sama dengan di Jawa. Jokowi juga membereskan infrastruktur yang mangkrak. Dulu bertahun-tahun tiang-tiang tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Melayu) menjadi beton tua yang mangkrak, sekarang publik (termasuk saya) dapat menikmati ruas jalan itu.

Tentu saja perlu disebut bukti nyata, bukan omong doang, daerah perbatasan menjadi lebih kinclong daripada negara tetangga. Rumput kita sekarang nyata lebih hijau. Kiasan itu kiranya perlu diperluas, rumput rakyat lebih hijau di mana-mana, yang membahasakan rakyat lebih sejahtera.

Karena itu, izinkanlah saya berterus terang di forum ini, ‘Jokowi presidenku’ kiranya bisa 10 tahun sehingga sejarah punya perbandingan positif dua presiden, SBY dan Jokowi, dalam rentang yang panjang (20 tahun). Siapa pun presiden setelah mereka punya rujukan cemerlang untuk membangun model kepemimpinan yang cocok untuk masa depan bangsa.

Recent Comments

    Categories

    adminsaurhutabarat Written by:

    Comments are closed.