Viral Kemenangan Hati Nurani

PILKADA 2018 menimbulkan kegembiraan tersendiri, yaitu partai memviralkan di media sosial kemenangan calon kepala daerah yang mereka usung.

Ada partai yang bahkan membuat bagan kemenangan lengkap dengan foto calon kepala daerah yamg menang mengenakan seragam partai. Partai bangga menang pilkada.

Bangga karena calon yang diusung partai dipilih rakyat, dipercaya rakyat. Kegembiraan meledak ketika lembaga survei yang kredibel mengumumkan kepada publik hasil hitung cepat mereka dalam siaran langsung di televisi.

Hemat saya, suasana kebatinan kemenangan itu kiranya tidak hanya menggelora di tubuh partai atau di ruang publik, tetapi juga di ruang-ruang privat warga yang mencoblos dan coblosan mereka menang.

Sesungguhnya, kemenangan itu kemenangan rakyat yang telah dengan sukacita menggunakan hak pilih. Bahkan, kemenangan hati nurani seorang guru SD yang dipecat karena berbeda pilihan dengan arahan yayasan sekolah.

Bayangkan turut diviralkan di media sosial betapa bergairah seorang warga menggunakan hak pilihnya sampai-sampai lima jemari tangan kiri beserta seluruh telapak tangannya bermandikan tinta tanda mencoblos.

Hanya ujung jari kiri yang bersih. Warga itu mengekspresikan penggunaan hak demokrasinya berbeda dengan yang lazim hanya ujung jari yang bertinta. Bukankah itu keisengan tanda bergembira berpilkada?

Kegembiraan warga berpilkada itu kiranya tampak pada tingkat partisipasi. Sebagai contoh Pilkada Jabar 2018. Berdasarkan quick count Indobarometer partisipasi pemilih di situ diproyeksikan mencapai 67,88%.

Partisipasi yang tinggi, antara lain disebabkan beragamnya figur yang dikompetisikan dan memang ada tokoh yang atraktif.

Dari jumlah partisipasi itu, diproyeksikan suara sah sebanyak 64,87%. Hanya 3,01% suara tidak sah, yang menunjukkan warga datang ke kotak suara tahu benar apa yang dicoblos.

Namun, menurut saya, warga yang paling bahagia ialah guru SD di Kota Bekasi yang menuruti hati nuraninya itu. Dia bernama Robiatul Adawiyah, 28, yang dipecat karena berbeda pilihan dengan yayasan sekolah dalam pilkada Wali Kota Bekasi dan Gubernur Jawa Barat. Dia memilih Rahmat Effendi sebagai wali kota dan Ridwan Kamil sebagai gubernur.

Suaminya memviralkan di media sosial percakapan guru itu dengan pihak yayasan, yang sudah jelas arahan dan pilihannya. Bahkan, viral berkelanjutan berisi Ridwan Kamil menjanjikan pekerjaan yang enak, yayasan meminta maaf, hingga sang guru ogah mengajar kembali di sekolah itu.

Saya berpandangan viral guru SD itu viral kemenangan yang paling dahsyat. Robiatul Adawiyah pemenang utama Pilkada 2018. Dia memenangkan hati nuraninya dan akal sehatnya di dalam menentukan pilihan. Dialah demokrat sejati yang tidak gentar memikul akibat dipecat dari pekerjaannya.

Viral kemenangan partai, viral kemenangan hati nurani warga, itulah keindahan Pilkada 2018.

Recent Comments

    Categories

    adminsaurhutabarat Written by:

    Comments are closed.